ANTARA TANGGUNG JAWAB DAN HATI NURANI POLISI

polisi“Saya cuma cari makan Pak. Halal, ndak nodong” Ujar seorang pedagang asongan membela diri saat dinasihati oleh beberapa orang Polisi di daerah Juanda.  Memang terasa dilematis disaat aparat harus menjalankan tugasnya untuk menertibkan dan menjaga suatu wilayah tetap aman dan nyaman, namun di sisi lain nuraninya menjerit mendengar ucapan  pilu dari orang-orang yang dianggap melanggar ketertiban demi sesuap nasi satu hari. Banyaknya pedagang asongan menjual dagangannya di ruang publik yang tidak semestinya, menyebabkan terganggunya ketertiban dan kenyamanan masyarakat pengguna sarana dan prasarana umum. Banyak keluhan dari para pejalan kaki yang merasa haknya diambil dengan keberadaan pedagang asongan. Atau yang lebih parah lagi, sering kali pelaku kriminal memanfaatkan kesempatan menyamar menjadi pedagang asongan disaat lalu lintas padat. Keresahan masyarakatlah yang tak lain menjadi perhatian Polisi untuk secara professional menjaga ketertiban. Namun demikian, Polisi juga seorang manusia biasa yang mengenal nurani, maka komunikasi secara lebih dekat kepada para pedagang asongan menjadi pilihan demi ketertiban bersama tanpa merugikan satu pihak.

Polisi bertanggungjawab atas wajah ketertiban suatu wilayah hingga menciptakan kesan positif di mata masyarakat.  Dalam hal pariwisata, keamanan dan ketertiban menjadi salah satu faktor penting yang menunjang tingkat preferensi masyarakat, baik wisatawan domestik maupun asing untuk mengunjungi suatu wilayah. Keberadaan pedagang-pedagang asongan yang berjualan tidak pada tempatnya, apalagi dirasakan mengganggu ketertiban umum, membawa dampak negatif bagi persepsi wisatawan. Tindakan Polisi yang cenderung tegas dan penuh kesan disiplin serasi dengan sifat hukum yang memiliki sanksi tegas dan memaksa. Ketegasan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab mereka untuk menjalankan tugas secara professional demi kepentingan masyarakat. Tidak adil rasanya apabila justifikasi bahwa “Polisi tidak punya nurani” banyak terlontar dari masyarakat. Hingga Polisi harus berhadapan dengan sinisme masyarakat di antara tanggung jawab dan hati nuraninya.

Dalam hal ini, pemerintah daerah memiliki peran penting untuk memfasilitasi para pedagang asongan untuk berjualan di tempat yang lebih nyaman, aman dan semakin mendukung keindahan kota. Dengan begitu, Polisi tidak menjadi kambing hitam demi terciptanya ketertiban bersama. Tanggung jawab Polisi untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat  dilaksanakan dengan baik seiring dengan nuraninya tanpa ada pergolakan dan dilematika. Terima kasih Pak Polisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: