Media Attack (Serangan Media)

images tvvSaat ini dunia telah memasuki zaman post-modern. Konsumerisme merajalela, gaya hidup masyarakat barat pun masih tetap menjadi kiblat bagi masyarakat dunia, khususnya di negara-negara dunia ke tiga. Ironisnya, Globalisasi semakin memperparah kondisi tersebut. Tidak adanya batas ruang dan waktu bagi setiap orang untuk mengakses informasi melalui berbagai jenis media tak urung semakin mengaburkan identitas seseorang, terlebih lagi sebuah negara. Tak dapat disangkal bahwa masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar saat ini cenderung menunjukkan preferensi pada produk-produk asing daripada produk-produk dalam negeri. Pusat-pusat perbelanjaan (mall) berdiri kokoh dimana-mana dan dipadati oleh berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai tingkat kemampuan ekonomi, produk-produk asing mulai dari makanan, minuman, pakaian, film, hingga musik, laris manis di pasaran. Apa yang sebenarnya sedang terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia saat ini??Mengapa budaya dan tradisi ketimuran yang dahulu dibangun oleh nenek moyang kita, saat ini mulai menghilang??!
Amerika Serikat sebagai salah satu negara paling berpengaruh di dunia sudah dipastikan memiliki andil besar dalam kasus di atas. Ribuan produknya membanjiri pasar dunia dan tak dapat dipungkiri menjadi produk andalan. Hingga dapat dikatakan bahwa hegemoni dan kapitalisme negara-negara maju seperti AS telah terjadi di Indonesia, dan di banyak negara-negara dunia ke tiga lainnya. Media massa seolah menjadi sekutu bagi negara-negara maju tersebut memperluas pengaruhnya dan menanamkan nilai-nilai, budaya, hingga pola pikirnya ke negara-negara di seluruh dunia. Strategi perang dengan tujuan menaklukkan negara jajahan, saat ini tidak lagi digunakan begi sebuah negara untuk menguasai negara lainnya, melainkan melalui hegemoni nilai yang diyakini lebih kuat.
Serangan media dapat dilakukan melalui beberapa aspek kehidupan, diantaranya ialah serangan politik dan ekonomi, hegemoni nilai dan norma, serta imperialisme budaya. Pada dasarnya media massa dipengaruhi oleh dua kekuatan besar, yaitu kekuatan politik (pemerintah) dan kekuatan pemilik modal. Sebagai contoh pada zaman orde baru, pemerintah memiliki monopoli atas media massa, sehingga informasi yang dimuat di media sangat tidak berimbang, dan sangat memihak suatu kelompok kepentingan. Tidak jauh berbeda halnya dengan kapitalisme barat yang terjadi melalui media saat ini. Media massa sangat mampu membentuk citra negara-negara maju menjadi sangat baik dan segala bentuk gaya hidupnya menjadi lumrah untuk ditiru sehingga apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup seperti itu dianggap kampungan dan ketinggalan zaman. Padahal apabila ditelisik lebih dalam, terdapat misi besar dari negara-negara maju tersebut untuk memperlemah dan menghilangkan identitas suatu negara sehingga layaknya seorang budak yang selalu patuh terhadap majikannya karena budak tersebut merasa tidak lebih mulia atau bahkan merasa bahwa majikannya adalah orang yang selalu benar.
Saat ini imperialisme budaya yang dilakukan oleh negara-negara barat terhadap negara-negara berkembang/negara dunia ke tiga seperti Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Apabila kita tidak lekas menyadari dan mulai memperkuat identitas budaya kita, maka tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan identitas diri sebagai bangsa Indonesia.

One response to this post.

  1. Posted by deni ashara on Mei 23, 2009 at 7:49 am

    dari materi yang udah gw baca…. isinya kurang atraktif… & gambarnya juga kurang banget….!!!
    klo bisa isi materi diwakilin sama gambar-gambar…!! supaya kita punya imajinasi yang paten.. hehehe!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: