Iklan Produk Kecantikan dan Teori Simulacra

imagesMedia massa khususnya televisi saat ini semakin penuh dijejali oleh iklan berbagai produk komersil. Televisi mampu mengemas sebuah pesan iklan sedemikian rupa hingga sering kali melebihi batas rasionalitas. Iklan produk kecantikan wanita menjadi satu di antara ribuah iklan televisi yang dikemas secara apik namun tampak berlebihan. Beberapa di antaranya, produk Tje Fuk, Pond’s, Biore, Citra body lotion, dan masih banyak lagi produk kecantikan wanita berlomba-lomba menawarkan dan menjanjikan kulit wajah serta tubuh yang putih sehingga tampak lebih cantik dalam waktu yang relatif singkat. Visualisasi yang dimunculkan dalam iklan berbagai produk kecantikan tersebut biasanya menggunakan model wanita dalam atau luar negeri yang barang tentu memiliki kulit yang bersih, putih dan hampir tanpa noda sedikit pun.
Berbagai iklan produk kecantikan tersebut juga tidak lepas dari sentuhan teknologi komputer yang mampu menampilkan efek-efek grafis tertentu (slow motion, extreme close up, dll) sehingga memiliki pengaruh persuasif yang lebih tinggi. Sebut saja produk Biore Anti-Acne, dalam iklannya menampilkan bagaimana butiran-butiran halusnya mampu mengangkat bakteri penyebab jerawat dari pori-pori terdalam kulit. Seolah-olah kamera menembus jauh ke dalam sel-sel kulit manusia. Hingga akhirnya wajah akan tampak bersih, mulus, dan bercahaya. Atau produk Citra Whitening Body Lotion, yang menampilkan bagaimana wanita dengan kulit kusam dan gelap dijauhi dan dicibir oleh para pria, sedangkan wanita dengan kulit putih dan bersih karena menggunakan produk tersebut dipuja bahkan dikejar-kejar oleh pria-pria tersebut.
Beberapa kasus tersebut sangat berkaitan erat dengan teori simulasi teknologi (technologies of simulacra) yang diungkapkan oleh Jean Baudrillard. Melalui teorinya ia menyatakan bahwa budaya kontemporer yang semakin berkembang merupakan hasil simulasi teknologi (media massa). Teknologi media massa berupaya mengemas sebuah realitas jauh dari realitas yang sebenarnya (hyper reality). Baudrillard memodifikasi teori McLuhan yang menyebutkan “medium is the message” menjadi “medium is the model”. Baudrillard ingin menyampaikan bahwa media merupakan model dari perilaku, persepsi, serta pengetahuan masyarakat terhadap lingkungannya. Sehingga realitas yang ada di dalam masyarakat diangkat oleh media massa, namun realitas tersebut dikemas secara berlebihan. Contoh dari realitas yang dikemas secara berlebihan ialah iklan dan video klip. Visualisasi yang digunakan oleh sebuah iklan dan video klip merupakan gambaran atau model dari realitas yang ada di masyarakat, namun hampir semua iklan dan video klip mengemasnya secara berlebihan, sehingga semakin menjauhkan realitas yang ada di iklan atau video klip dari realitas sebenarnya.
Ditinjau melalui sudut pandang budaya, media massa telah membentuk opini dan persepsi masyarakat tentang arti kecantikan. Bayangkan, hanya dengan memiliki kulit yang putih, cukup untuk mendefinisikan istilah “cantik”. Itulah sebabnya sempat gencar diberitakan di media massa merebaknya produk-produk pemutih wajah yang tidak sesuai dengan standar kesehatan, atau bahkan mengandung bahan kimia yang membahayakan, contohnya mercury. Banyak kaum remaja kita yang ingin instan memiliki kulit yang putih. Alih-alih ingin memutihkan wajah, malah membuat kulit menjadi memerah dan membahayakan kesehatan kulit.
Iklan di awal perkembangannya hanya sebatas memberikan informasi apa adanya tanpa ada unsur grafis dan teknologi komputer yang mampu mengemas sebuah iklan menjadi luar biasa. Saat ini iklan tanpa adanya unsur melebih-lebihkan akan terasa datar dan kurang menarik, bagaikan sayur tanpa garam. Hal tersebut pada kenyataannya tidak dapat dipungkiri dan dihindari. Oleh karena itu, jadilah audience yang aktif dan mampu berpikir logis terhadap berbagai informasi yang diterima melalui media massa, sehingga tidak begitu saja terpengaruh oleh segala bentuk informasi media massa.

7 responses to this post.

  1. Posted by Devina on Mei 23, 2009 at 4:25 am

    hmm… bagus juga nih bahasan nya…
    mau tau dooong… artikel ini berhubungan gak sama mata kuliah yang lo ambil?
    kalo emang iyaa… emang mata kuliah apa yang berhubungan sama bahasan lo ini?

    Balas

    • Posted by nooraprilia on Mei 23, 2009 at 4:53 am

      trimakasih..
      ada satu mata kuliah yang pernah gw ambil..dan itu menarik banget….
      Teori komunikasi massa..
      all about mass media..khususnya TV..
      ada banyaak banget teori di pembahasan komunikasi massa…lho!
      seru…..^.^

      Balas

  2. Posted by arlisya on Mei 23, 2009 at 5:19 am

    menarik banget artikelnya, apalagi buat cewek-cewek yg sering bgt jadi korban iklan, dan gw juga sependapat, menurut gw cewek cantik itu ga harus berkulit putih kok, inner beauty justru lebih penting!

    Balas

  3. Posted by asep on Mei 23, 2009 at 8:48 am

    ehm, namanya merawat diri pasti dong. apalagi org yg berduit pasti dibela”in mo brppun biayanya…..
    tp menurut gw produk yang paling bagus kalo dari alam dan ga mengandung bahan pengawet,hahahahhahaha…..

    Balas

  4. HmM,
    w stUJu bgd,bgd,bgd tUh ta ma lw. .
    Emang ‘CANTIK’ itU hruZ ‘PUTIH’ apa??Kalu ‘pUtiH’ hati cii,gpP..nah,kL puTiH kuLid??jiyah..malez bgd..
    Inti’a org2 ky qta ntU mzti pinter2 milah milih pRoduk..
    Mana yg ngjerumusin,mana yg
    ngGa..
    Smga ajj oRang2 yg jd koRBan ikLan gag makin nambAh..=’)

    Balas

  5. ia,s7 bgt tu ta. iklan sgt mempngruhi seorang cwe. pa lg rmja ky qta gni,,pgn tmpl mnrk n cntk. pi rmj srng cenderung ngambil jalan pintas n instan. mrk g mikirin efek samping n jangka panjangny yg dapat ngerugiin driny sendiri. gw berharap tulisan ini dpt d bc smua orang khusuny cwe2 agr mrk tdk terpengaruh oleh iklan or media yg negatif. ya walaupun gag smua iklan tu negatif,,pi sbaiknya qta mampu menyaring iklan yg positif bg dri qta n org laen.

    Balas

  6. Posted by ricky on Mei 27, 2009 at 4:03 pm

    sebenarny ga semua iklan kecantikan menawarkan kulit putih bersih dan bersinar…..ada juga kok iklan produk kecantikan yang mencoba memberitahu kepada khalayak ramai (bener ga bahasa gw, sorry kalo salah ;p) bahwa kecantikan itu relatif bagi setiap wanita dan setiap wanita terlahir dengan kecantikan dan keindahannya masing-masing. “every women in the world has its own beauty that different from each other. coba tebak iklan apa? sayang si iklannya ga masuk k tv nasional. mungkin karena persaingan?? atau……padahal produknya uda ada dipasaran sejak lama loh…..
    hmmmmmmm………………

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: